BeritaHUKUMNasionalPolitik

SURAT TERBUKA DARI PROF.OC KALIGIS KEPADA MENDAGRI PERIHAL CALON GUBERNUR PROF.DENNY INDRAYANA UNTUK DAERAH KALIMANTAN SELATAN

Sukamiskin Bandung Senin 1 Juni 2020. Surat terbuka. Hal: Calon Gubernur Prof., Denny Indrayana untuk daerah Kalimantan Selatan.
Kepada yang terhormat Bapak Jendral Pol. Menteri Dalam Negeri Prof. Tito Karnavian Ph.D


Dengan Hormat.

Bandung – Jarrakpossulbar -Perkenankanlah saya Prof. Otto Cornelis Kaligis, warga binaan Sukamiskin, menyampaikan hal berikut ini kepada Bapak.:

1. Berita pencalonan Prof. Denny indrayana sebagai calon gubernur Kalimantan Selatan, disambut gembira oleh Media.

2. Mungkin sebentar lagi. Majalah Tempo Dan harian Kompas termasuk media media yang sering dibaca orang Ikut mengkampanyekan keberhasilan Prof. Denny Indrayana, agar lolos Dan sekaligus melindas lawan lawan politiknya diring pertandingan Pilkada yang sebentar lagi akan berlangsung.

3. Disaat Partai Demokrat menggandeng langsung Di media online Dan Medsos mengapproach partal lain untuk turut mendukung keberhasilan Prof. Denny mencapai tujuan.

4. Link Prof. Denny Dengan media saya amati terbilang hebat.

5. Berbeda ketika saya atau kantor saya menggugat Prof. Denny disidang Pra peradilan diJakarta Selatan dalam perkara pra peradilan nomor 153/2016. Gugatan itu mengenai tidak sahnya penghentian penyidikan Kasus Korupsi Denny Indrayana, Kasus yang dikenal media sebagai Kasus Payment Gateway.

6. Didalam persidangan yang terbuka untuk umum dalil Polisi melalui jawabannya adalah, bahwa sampai sekarang proses perkara Prof. Denny Indrayana belum dihentikan.

7. Untuk itu Pihak Polisi sebagai termohon memberikan Bukti tertulis yang intinya bahwa Dalam gelar perkara telah di BAP oleh Penyidik sebanyak 93 saksi a charge, 7 ahli, penyitaan barang Bukti 13 bundle, 722 lembar Surat, 77 print out e-mail, disertai laporan Keuangan hasil investigatif. Saya lampirkan jawaban Polisi, agar saya tidak di cap memfitnah Prof. Denny Indrayana.

8. Bukti yang sama diangka 7 diatas saya lampirkan juga sebaga Bukti di perkara nomor 804/Perdata/ 2019 juga untuk substansi yang sama melawan Prof. Denny yang perkara korupsinya di peti eskan oleh polisi. Proses gugatan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

9. Tanggapan Plt. Kapolri Jendral Pol Badrodin Haiti mengenai Kasus Korupsi Payment Gateway: ada Potensi kerugian Negara. Bahkan Kabareskrim Kom Jen Pol Pak Budi Waseso di media mengatakan Ada 6 Kasus pidana Prof. Denny dalam penyelidikan Polisi.

10. Menghadapi Kasus Peyment Gateway, Prof. Denny pernah memberi argumentasi bahwa dia tidak berjalan sendiri. Tindakannya diketahui oleh bosnya, Menteri Hukum Dan Ham Dr. Amir Syamsudin yang pernah mengaku sebagai assisten saya Ketika masih mahasiswa sore fakultas Hukum UI. Diwaktu itu Amir dengan bangganya mengakui bahwa saya adalah bosnya dan Dr. Amir Syamsudin adalah bahagian dari kantor saya.
Rajin kekantor membawa perkara yang dijalaninya sendiri. Tentu orang percaya, karena nama baik saya sebagai pengacara berkwalitas. Dalam Kasus Payment gateway Amir pernah di BAP dalam kedudukannya sebagai saksi.

11. Merasa terlindungi oleh bosnya Dr. Amir Syamsudin, Prof. Denny pun yang tidak dicekal menghindari berita untuk sementara mengenai kasus korupsinya yang lagi hangat. Prof. Denny Indrayana merantau ke Melbourne Australia, Hal tersebut bisa terjadi karena Polisi tidak mencekal Prof. Denny. Beda kalau hal yang sama terjadi Di KPK. Contohnya Ketika advokat saya Advokat Gary di OTT di Medan tanggal 9 Juli 2015 disaat itu saya yang lagi bela perkara Di Pengadilan Negeri Denpasar. Saya yang tidak tahu apa apa mengenai peristiwa itu, langsung dicekal pada hari yang sama Disaat Advokat Garry Di OTT tanggal9 Juli 2020. Padahal saya belum dipanggil untuk dimintai keterangan. Baru tanggal 14 Juli 2015, tanpa panggilan saya di tangkap di hotel Borubudur di Jakarta. Saya dimajukan kepengadilan tanpa selembar BAP pun yang saya tanda tangani.

12. Berita nyambi Prof. Denny, penyandang tersangka Di Mabes Polri, di Melbourne untuk menyambung hidup sambil bekerja sebagai supir taxi, ramai diberitakan di Media, untuk memancing rasa iba penggermarnya.

13. Di Indonesia. Ketika Prof. Denny di media mengatakan bahwa mengetahui mengenai kasus payment gate dengan kata lain kalau sampai perkaranya Ke Pengadilan, Prof. Denny Akan melibatkan juga menterinya Dr. Amir Syamsudin.
Saya yang mengenal Menteri Amir sejak dari sekolah taman kanak kanak, sudah merasa bahwa pasti penyidikan Payment gate way tidak akan berlanjut. Berkas yang dikirim Polisi kepada Jaksa akan dibuat bolak balik, sehingga akhirnya dengan berlalunya waktu yang cukup panjang, berkas perkara dipeti eskan.

14. Adalah Dr. Amir juga yang membela Prof. Denny Indrayana, Ketika terjadi Pemukulan yang dilakukan oleh Prof. Denny Di Lapas kelas II Pakanbaru. Peristiwa Pemukulan terjadi di bulan April 2012, Yang korban Pemukulan adalah Sipir Darso Sihombing salah seorang Sipir terbaik yang pernah mendapat Surat penghargaan dari atasannya.

15. Prof. Denny Indrayana juga yang membujuk tersangka pajak Gayus Tambunan agar melibatkan Ical / Bakri Grup sebagai tersangka dalam kasus mafia pajak. Gayus menolak rekayasa tersebut didepan media.

16. Ketika Prof. Denny Indrayana baru diangkat jadi Wakil Menteri Hukum dan Ham. Disitu saya melihat betapa arrogan dan otoriternya Prof. Denny Indrayana ketika memegang kekuasaan. Ketika berada diluar lingkaran Presiden SBY, dia dikenal sebagai pengkritik keras kebijakan SBY. Begitu diangkat jadi staf Khusus dan Akhirnya ditunjuk sebagai Wamen, di Pemerintahan SBY, Prof. Denny berbalik sikap 180 derajat, balik Dari pengkritik keras menjadi penjilat pemerintah.

17. Saya mengenal salah seorang direktur Lapas, saudara Djoni Muhammad yang mengatakan kepada saya bahwa memang terjadi Pemukulan terhadap sipir, yang menyebabkan suasana menjadi panas, karena para sipir merasa kecewa Atas perbuatan Prof. Denny. Sebenarnya Pemukulan itu bukan delik aduan.
membentuk rekayasa Tim Pencari Fakta, perkara ditutup. Pers hanya sempat sebentar Berkat jasa Amir yang memberitakan Berita hangat itu.

18. Ketika Prof. Denny Indrayana membuat Pernyataan Di Media/twitter bahwa Advokat pembela koruptor, makan uang koruptor, saya membuat Laporan Polisi nomor LP 2919?VIII/2012/PMJ/Dit. Reskrim pencemaran Nama baik para Advokat yang biasa membela Di Tipikor. Tuduhan terhadap para pembela koruptor yang pernah dilontarkan Prof. Denny Indrayan sekarang untuk hal yang sama juga dilakukan Prof. Denny ketika menjadi pembela kasus mega Korupsi korporasi Meikarta. Konon dengan honorarium Pengacara yang cukup tinggi. Mengenai Laporan Laporan Polisi yang dialamatkan Ke Prof. Denny, polisi Dan jaksa tidak melanjutkan perkaranya Ke Pengadian. Canggih memang. Prof.Denny Indrayana yang sebentar lagi jadi gubernur Kalimantan Selatan, saya sebut sebagai sang opportunistis. yang “untouchable”. (Tak tersentuh).

19. Berita gugatan saya pun terhadap Denny DiJakarta Selatan nampaknya tidak didukung media, sekalipun sidang dinyatakan terbuka dan dibuka untuk umum.Beda dengan Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan DiPengadiln Negeri Jakarta Pusat.

20. Saya juga menggugat jaksa Di Pengadilan Jakarta Selatan. Inti gugatan: Mengapa jaksammengabaikan perintah Pengadilan negeri Bengkulu, agar perkara pembunuhan Novel Baswedan segera disidangkan Di Pengadilan. InĂ­ perintah Pengadilan yang diabaikan Jaksa. Padahal Jaksa pernah melimpahkan perkara tersebut Ke Pengadilan Jakarta Selatan. Ini contoh Betapa media sangat mendukung KPK Dan mitra kerjanya seperti Prof. Denny Indrayana. Semuanya itu terjadi agar berita buruk KPK tidak terkuak di Pengadilan, untuk kemudian diketahui Masyarakat luas. Sampai sekarang akibat berita media yang selalu membela KPK, menjadikan pandangan sikap dan opini Masyarakat terhadap KPK bahwa KPK adalah lembaga suci tanpa dosa.

21. Mengenai Kasus Pidana Prof. Denny Indrayana, saya yakin Bapak Menteri Dalam Negeri, mengetahui secara rinci duduk perkara. Saya dari Lapas hanya bisa memberi masukan kepada Bapak. Bukan karena saya Di Penjara, baru saya bersikap kritis terhadap KPK dan para simpatisannya seperti Prof. Denny, LSM, ICW. Sebelum saya ditahan KPK tanpa bukti, karena dendam KPK terhadap diri saya, yang selalu mengkritisi KPK melalui buku buku saya, saya tidak henti hentinya membongkar KPK yang isinya terdiri dari banyak oknum oknum korup. Oknum2 KPK tersebut bebas melanggar Undang Undang, akibat kekuasaan tak terbatas yang diberikan kepada kelompok Penyidik yang menamakan dirinya Wadah Pegawai KPK pimpinan Novel Baswedan.

22. Seandainya Prof. Denny Indrayana berhasil menjadi Gubernur, Dengan penuh prihatin disertai persaan miris akan fakta yang saya uraikan diatas, dari Lapas, saya hanya mampu dengan sangat terpaksa mengucapkan selamat kepada Bapak Menteri. “Selamat mempunyai Gubernur yang korup” Sekali lagi ucapan selamat saya untuk Bapak Menteri Dalam Negeri, seorang cendikiawan yang sangat saya hormati.


Hormat saya. Prof. Otto. Cornelis Kaligis.
Cc. Yth Bapak Presiden Joko Widodo sebagai Laporan.

Sumber : Prof.Otto. Cornelis Kaligis

Redaksi :

Wartawan : Munawar

Editor : SF


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close