Uncategorized

Aksi Unjuk Rasa Gerakan Mahasiswa Pengawal Keadilan (GMPK) Di Depan Kantor Kejaksaan Agung RI Jakarta Selatan

Jakarta – jarrakpossulbar– Pada 19 Juni 2020 Pukul 14.20 – 14.52 WIB Di Depan Kantor Kejaksaan Agung RI Jl. Sultan Hasanudin Kramat Pela Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Telah Berlangsung Aksi Unjuk Rasa Dari *GERAKAN MAHASISWA PENGAWAL KEADILAN (GMPK)*, Penanggung Jawab Aksi : Sdr. Bung Katon (085880401494) : ± 25 Orang

Sehubungan Hal Tersebut Dapat Dilaporkan Sebagai Berikut :

1.  Tuntutan Yang Disampaikan :

A. Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran HAM Pada Kasus Sarang Burung Walet Di Wilayah Bengkulu Yang Dilakukan Oleh Novel Baswedan

B. Meminta Kepada Kejagung RI Untuk Membuka Kembali Dan Sesegera Mungkin Melimpahkan Kasus Dugaan Pelanggaran HAM Ke Pengadilan

C. Meminta Presiden RI Untuk Ikut Bersuara Dalam Kasus Dugaan Pelanggaran HAM Ini

D. Meminta KPK RI Untuk Memecat Saudara Novel Baswedan Sebagai Salah Satu Penyidik KPK Karena Terlibat Dalam Dugaan Kasus Pelanggaran HAM

E. GMPK Siap Mendukung Penuh Langkah – Langkah Yang Di Lakukan Oleh Kejaksaan RI Maupun KPK RI Terhadap Tuntutan Kami Diatas.

2. Spanduk Dan Poster Yang Bertuliskan :

A. AKSI AKBAR (Gerakan Mahasiswa Pengawal Keadilan) GMPK
“TANGKAP DAN ADILI NOVEL BASWEDAN”

B. AKSI AKBAR (Gerakan Mahasiswa Pengawal Keadilan) GMPK “TANGKAP DAN ADILI NOVEL BASWEDAN”

C. GMPK (GERAKAN MAHASISWA PENGAWAL KEADILAN) ADILI NOVEL BASWEDAN.

Foto Aksi Unjuk Rasa GMPK Di Depan Kantor Kejaksaan Agung RI Jakarta Selatan Dok.Dump

3. Orasi Yang Disampaikan :

A. Kami Kembali Hadir Ke Kantor Kejaksaan Agung Untuk Meminta Kepada Kejagung Untuk Kembali Melakukan Penyelidikan Dan Penyidikan Kasus Sarang Burung Walet Di Provinsi Bengkulu Yang Melibatkan Novel Baswedan.

B. Ada Dugaan Pelanggan HAM Pada Kasus Sarang Burung Walet Di Provinsi Bengkulu Dimana Novel Baswedan Menjabat Sebagai Penyidik Di Polda Bengkulu Dan Sampai Dengan Saat Ini Kasus Tersebut Belum Jelas Kelanjutan.

C. Kasus Sarang Burung Walet Menyebabkan Adanya Korban Jiwa Dan Korban Cacat Permanen L, Apabila Kasus Ini Tidak Diselesaikan Proses Hukumnya Kami Menduga Adanya Intervensi Sehingga Kasus Ini Tidak Ada Kejelasannya.

D. Kami Merasa Bahwa Novel Baswedan Memiliki Keistimewaan Pada Proses Hukum Dimana Sampai Saat Ini Kasus Sarang Burung Walet Belum Jelas Dan Kami Meminta Kepada Kejagung Kembali Melakukan Penyelidikan Dan Penyidikan Kasus Tersebut.

Foto Aksi Unjuk Rasa GMPK Di Depan Kantor Kejaksaan Agung RI Jakarta Selatan Dok.Dump

Akhir-Akhir Ini Publik Kembali Dihebokan Dengan Vonis Yang Diberikan Oleh Jaksa Penuntut Umum Terhadap Terdakwa Penyiraman Air Keras Saudara Nove Basewedan.

Tentu Kita Sebagai Warga Negara Menganggap Putusan Ini Sebagai Salah Satu Langkah Upaya Penegakan Hukum Di Negeri Ini. Yang Tak Lupa Juga Untuk Mengusut Tuntas Kasus-Kasus Lainya.

Salah Satu Kasus Yang Belum Terselsaikan Sampai Detik Ini Adalah Dugaan Pelanggaran HAM Yang Dilakukan Oleh Saudara Novel Yang Mengakibatkan 1 Orang Meninggal Dunia Dan 4 Orang Cacat Permanen Pada Tahun 2004 Silam Di Bengkulu Sana.

Novel Mendapatkan Keadilan Terhadap Dirinya Sekitar 3 Tahun 2 Bulan. Tapi Di Lain Sisi Kasus Yang Melibatkan Saudara Novel Dalam Dugaan Pelanggaran HAM Belum Juga Terselsaikan Sampai Saat Ini, Jika Terhitung Sejak 2004 Maka Kasus Ini Terbengkalai Selama 16 Tahun.

Waktu Yang Sangat Lama Tentunya Bagi Korban Dan Pihak Keluarga Yang Ditinggalkan. Ini Mendakan Dan Bisa Di Simpulkan Saudara Novel Baswedan Merupakan Orang Yang Kebal Hukum Di Republik Ini.

Alat Peraga Yang Digunakan :

1. Mobil Soundsytem Nopol B. 9352 MW
2. Bus Kopaja Nopol B. 7025 EL
3. Bendera Merah Putih
4. Press Release /Steatment
5. Media Online (Peliputan)

Pukul 14.52 Wib : Massa Dari GMPK Meninggalkan Kantor Kejaksaan Agung RI Menuju Kantor KPK RI

Catatan :
– Meminta Kepada Kejagung RI Untuk Membuka Kembali Dan Sesegera Mungkin Melimpahkan Kasus Dugaan Pelanggaran HAM Ke Pengadilan

– Kasus Sarang Burung Walet Dimana Novel Baswedan Telah Menembak Warga Yang Tidak Bersalah.

Sumber : Dump

Editor : Ann

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close